Generasi Z di Persimpangan: Lunturnya Nilai Pancasila di Tengah Arus Modernisasi”
Oleh : Mohammad Sobri
Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum UNPAM Serang
Dosen : Risky Amelia, S.H,.M.H
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
OPINI, lexbanten.com – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, Generasi Z (Gen Z) menjadi kelompok yang paling terdampak oleh perubahan zaman. Sebagai generasi yang lahir dan tumbuh dalam era digital, Gen Z memiliki akses tanpa batas terhadap informasi, budaya, dan gaya hidup dari berbagai belahan dunia. Namun di balik kemajuan tersebut, muncul kekhawatiran akan semakin lunturnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa sejatinya bukan hanya sekadar simbol atau hafalan semata, melainkan pedoman hidup yang seharusnya tertanam dalam perilaku masyarakat, khususnya generasi muda. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, keadilan, dan persatuan kini mulai tergeser oleh budaya individualisme, hedonisme, dan sikap apatis yang semakin menguat di kalangan Gen Z.
Fenomena ini dapat dilihat dari berbagai aspek kehidupan. Misalnya, dalam interaksi sosial, banyak generasi muda yang lebih aktif di dunia maya dibandingkan dengan kehidupan nyata. Hal ini berdampak pada menurunnya rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, maraknya ujaran kebencian, intoleransi, serta penyebaran hoaks di media sosial menunjukkan bahwa nilai persatuan dan kesatuan semakin tergerus.
Dari perspektif hukum dan kenegaraan, lunturnya nilai Pancasila juga berpotensi menimbulkan krisis moral yang dapat berdampak pada stabilitas sosial. Jika generasi muda tidak lagi menjadikan Pancasila sebagai landasan berpikir dan bertindak, maka bukan tidak mungkin akan muncul perilaku-perilaku yang bertentangan dengan hukum dan norma yang berlaku.
Namun demikian, kondisi ini bukan tanpa solusi. Peran pendidikan menjadi kunci utama dalam menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila. Pendidikan tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan integritas generasi muda. Selain itu, keluarga dan lingkungan sosial juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan.
Sebagai bagian dari Gen Z, sudah seharusnya kita tidak hanya menjadi penikmat kemajuan zaman, tetapi juga menjadi penjaga identitas bangsa. Modernisasi bukanlah alasan untuk meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah menjadi fondasi negara. Justru, di tengah perubahan zaman, Pancasila harus semakin relevan sebagai kompas moral dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dengan demikian, lunturnya nilai Pancasila di kalangan Gen Z bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah peringatan bagi kita semua untuk kembali merefleksikan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Sudah saatnya generasi muda bangkit, tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai dan karakter kebangsaan.



Post Comment