Banjir Rendam Sekolah dan Pondok di Jawilan, Aktivitas Belajar Terhenti
Serang, lexbanten.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Jawilan selama dua hari dua malam menyebabkan banjir merendam permukiman warga, termasuk area sekolah dan pondok pesantren di Kampung Panenjoan, Desa Maja Sari, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (13/01/2026).
Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan air sungai meluap hingga masuk ke lingkungan sekolah dan pondok. Sejumlah ruang kelas terendam banjir, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan. Para siswa dan santri pun diminta untuk belajar dari rumah masing-masing demi keselamatan.
Pada Rabu (14/01/2026), ketinggian air dilaporkan mencapai paha orang dewasa. Seluruh santri bersama pengurus pondok bergegas mengamankan fasilitas sekolah, seperti kursi dan meja, yang terdampak banjir di ruang-ruang kelas.
“Air naik cukup cepat. Semua santri kami minta membantu memindahkan dan mengamankan perabot sekolah agar tidak rusak,” ujar Ustadzah Ade Friska, selaku pengurus pondok.
Ia menambahkan, banjir di wilayah tersebut bukanlah kejadian baru. Hampir setiap tahun, kawasan Kampung Panenjoan menjadi langganan banjir karena letaknya yang berdekatan dengan sungai dan area persawahan.
Senada dengan itu, wali kelas IX A MTs Hikmatul Iman, Nurhayati Sri Wardani, S.Pd.I, berharap ada perhatian serius dari pihak berwenang untuk penanganan jangka panjang.
“Kami sangat berharap adanya bantuan pembangunan tanggul di sekitar sungai atau area sekolah dan pondok. Akses kami terlalu dekat dengan sungai dan perairan sawah. Dengan adanya tanggul, setidaknya bisa mengurangi risiko debit air yang masuk,” ujarnya.
Ia juga berharap banjir segera surut agar para siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal, baik di sekolah maupun di lingkungan pondok pesantren.
“Mudah-mudahan banjir cepat surut, sehingga siswa-siswi bisa kembali belajar seperti biasa,” pungkasnya. *Red



Post Comment