UKM Bahasa UIN SMH Banten Gelar Bedah Buku “Matinya Kepakaran”, Soroti Aktivisme Digital dan Masa Depan Demokrasi di Tangan Generasi Z
Serang, lexbanten.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali menghadirkan ruang intelektual bagi mahasiswa melalui kegiatan Bedah Buku yang mengangkat tema “Aktivisme Digital dan Masa Depan Demokrasi di Tangan Gen Z”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di Pusgiwa UIN SMH Banten, mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai.Kamis, 11/06/26.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk mengkaji secara kritis buku “Matinya Kepakaran” (The Death of Expertise) karya Tom Nichols, sebuah karya yang membahas fenomena menurunnya kepercayaan publik terhadap para ahli di tengah derasnya arus informasi digital. Buku ini dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika media sosial menjadi ruang utama pertukaran informasi, opini, hingga pembentukan kesadaran politik masyarakat.
Kegiatan bedah buku dipantik oleh Sayid Muhammad Fadhilah, yang mengulas berbagai gagasan penting dalam buku tersebut, khususnya mengenai tantangan demokrasi di era digital. Menurutnya, kemudahan akses informasi tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas pengetahuan masyarakat. Di tengah maraknya disinformasi, hoaks, dan polarisasi opini, kemampuan berpikir kritis menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu oleh Arif Maulana selaku moderator. Para peserta aktif menyampaikan pandangan terkait peran Generasi Z dalam menjaga kualitas demokrasi melalui literasi digital, partisipasi publik yang bertanggung jawab, serta penghormatan terhadap ilmu pengetahuan dan kepakaran.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa bedah buku ini merupakan bagian dari komitmen UKM Bahasa UIN SMH Banten untuk membangun budaya literasi dan tradisi akademik di lingkungan kampus. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dalam menyikapi berbagai isu sosial, politik, dan kebangsaan yang berkembang di ruang digital.

Melalui forum diskusi seperti ini, UKM Bahasa UIN SMH Banten berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif bermedia sosial, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual yang kuat, mampu memilah informasi secara objektif, serta berkontribusi dalam menjaga demokrasi yang sehat dan berkeadaban di Indonesia.
“Aktivisme digital yang bertanggung jawab harus dibangun di atas fondasi literasi, nalar kritis, dan penghormatan terhadap ilmu pengetahuan. Di tangan Generasi Z, masa depan demokrasi Indonesia sedang dipertaruhkan,” menjadi pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.



Post Comment