Orang Tua Penerima MBG Mengaku Diintimidasi Oknum Kepala SPPG Carenang Pamanuk 2 Usai Temuan Diduga Belatung di Makanan
Serang, lexbanten.com – Polemik dugaan adanya belatung atau telur lalat dalam makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Serang. Kali ini, salah satu orang tua penerima manfaat (PM) program MBG kategori Bumil, Busui, dan Balita (3B Posyandu), mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat memenuhi panggilan pihak SPPG Carenang Pamanuk 2.
Aditia Darmadi, warga Desa Pamanuk sekaligus orang tua penerima manfaat MBG, mengaku dipanggil oleh oknum Kepala SPPG Carenang Pamanuk 2 menyusul adanya pemberitaan terkait temuan yang diduga belatung di dalam makanan program MBG.
Dengan itikad baik, Aditia memenuhi panggilan tersebut dan mendatangi dapur MBG SPPG Carenang Pamanuk 2 yang berada di Kampung Ciherang, Desa Pamanuk, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, tepatnya di lingkungan Yayasan Manbaussalam, Sabtu (8/5/2026).
Namun, pertemuan yang awalnya diharapkan menjadi forum musyawarah justru berujung ketegangan. Aditia mengaku dirinya mendapat bentakan dan perlakuan intimidatif dari oknum kepala SPPG berinisial H.
“Saya dari semalam mendapat panggilan dari Kepala SPPG Carenang Pamanuk 2. Karena sudah terlalu malam, saya datang pagi harinya. Informasinya ingin bermusyawarah terkait dugaan adanya ulat kecil mirip belatung di makanan MBG. Saya datang karena ini menyangkut kesehatan anak saya,” ujar Aditia kepada wartawan.
Menurutnya, setibanya di lokasi dirinya dipersilakan masuk ke dalam ruangan untuk berdiskusi. Namun suasana berubah tegang saat oknum kepala SPPG diduga membentak sambil menggebrak meja.
“Bukannya musyawarah atau evaluasi mencari solusi, saya malah dibentak sambil meja digebrak dan mata melotot. Apakah seperti ini sikap seorang pimpinan?” katanya.
Ia juga menyayangkan tindakan tersebut dilakukan di lingkungan yayasan pendidikan dan keagamaan.
“Seharusnya malu bertindak seperti itu di lingkungan yang suci. Apalagi seorang kepala SPPG yang mendapat amanah dari pemerintah,” tambahnya.
Selain sebagai orang tua penerima manfaat MBG, Aditia diketahui aktif sebagai wartawan dan tergabung dalam organisasi Perkumpulan Wartawan Serang Timur (Perwast).
Atas kejadian itu, Aditia meminta pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), serta pihak mitra dapur MBG untuk melakukan evaluasi dan penindakan terhadap oknum kepala SPPG Carenang Pamanuk 2.
“Harapan saya kepada Ibu Bupati, Gubernur Banten, Kepala BGN, dan mitra dapur MBG agar mengambil tindakan tegas terhadap oknum kepala SPPG tersebut demi masa depan anak-anak bangsa,” tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Carenang Pamanuk 2 belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan intimidasi maupun temuan yang disebut menyerupai belatung dalam makanan MBG tersebut.



Post Comment