Saling Tersinggung, Rakyat Ditinggalkan: Potret Kepemimpinan Kabupaten Serang

Saling Tersinggung, Rakyat Ditinggalkan: Potret Kepemimpinan Kabupaten Serang

Serang, lexbanten.com – Kami mencermati pemberitaan yang berseliweran terkait tanggapan Ketua DPRD Kabupaten Serang mengenai pelaksanaan pelantikan pejabat eselon II hingga eselon IV Pemkab Serang yang dinilai tergesa-gesa, serta tidak pernah diajak bicara terkait rencana pengisian ataupun pergeseran pejabat yang di lingkup Sekretariat DPRD Kabupaten Serang.

Pada prinsipnya, perlu ditegaskan bahwa secara aturan dan tupoksi, rekrutmen serta penempatan jabatan merupakan hak dan kewenangan Bupati, bukan Ketua DPRD. Oleh karena itu, tidak semestinya persoalan tersebut ditarik ke ranah perasaan atau menjadi polemik yang berlarut-larut. Jabatan adalah urusan administrasi pemerintahan, bukan urusan personal. Jadi, tidak perlu baper.

Namun demikian, kami juga melihat bahwa komunikasi politik dan etika pemerintahan tetap penting. Jika hanya sebatas sowan atau membangun dialog awal, kami menilai itu bukan hal yang sulit untuk dilakukan oleh seorang Bupati. Kabupaten Serang akan jauh lebih bahagia dan sehat secara demokrasi apabila antara eksekutif dan legislatif saling bersinergi, bukan saling menunggu atau menyimpan jarak.

Faktanya, hingga saat ini kami belum melihat adanya forum diskusi khusus atau komunikasi terbuka antara Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Serang yang benar-benar membahas arah kebijakan dan kepentingan rakyat secara bersama. Di sinilah masalah utamanya.

Kami menegaskan, ini bukan sepenuhnya salah Bupati, dan juga bukan sepenuhnya salah Ketua DPRD. Yang keliru adalah keduanya belum sepenuhnya mengesampingkan ego masing-masing. Padahal, kepentingan rakyat Kabupaten Serang seharusnya berada di atas kepentingan simbolik, gengsi jabatan, maupun rivalitas kekuasaan.

Rifki Sukmawan Koordinator Forum Aktivis Serang Raya mendorong agar ego politik dihentikan, komunikasi dibuka selebar-lebarnya, dan energi kekuasaan difokuskan pada kerja nyata untuk rakyat Kabupaten Serang, bukan pada polemik yang tidak produktif.

Kabupaten Serang tidak butuh drama elit, Kabupaten Serang butuh kolaborasi pemimpin.

Post Comment

You May Have Missed