Hujan Reda, Derita Belum Usai: Banjir Rendam Lima Kampung di Mekarsari, Ratusan Rumah Terendam Dua Hari
Serang, lexbanten.com – Meski hujan telah reda, banjir masih menggenangi ratusan rumah warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, pada Selasa (27/1/2026). Luapan Sungai Cidurian menjadi penyebab utama banjir yang merendam sedikitnya lima kampung sejak dua hari terakhir.
Kampung yang terdampak meliputi Kampung Selawe, Kidongdong, Bojong Warna, Nusa, dan Kidongdong Pasir. Di sejumlah titik, ketinggian air mencapai 30 hingga 70 sentimeter, bahkan setinggi lutut orang dewasa, sehingga melumpuhkan aktivitas warga.
Berdasarkan keterangan warga, banjir mulai menggenangi permukiman sejak hujan deras mengguyur wilayah hulu Sungai Cidurian selama beberapa hari berturut-turut. Debit air yang meningkat drastis membuat sungai meluap dan merendam kawasan pemukiman serta lahan pertanian warga.
“Sudah dua hari rumah kami terendam. Walaupun sekarang hujan sudah berhenti, air belum juga surut. Kami khawatir jika hujan kembali turun, ketinggian air akan semakin bertambah,” ujar salah seorang warga Kampung Selawe kepada wartawan.
Selain merendam rumah, banjir juga mengakibatkan kerusakan perabotan, terputusnya akses jalan, serta terganggunya aktivitas belajar mengajar dan perekonomian masyarakat. Sejumlah warga, terutama lansia dan anak-anak, terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di rumah dengan kondisi terbatas.
Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan relawan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Bantuan logistik mulai disalurkan, dan sejumlah posko pengungsian didirikan di titik-titik aman guna membantu warga terdampak.
Meski demikian, warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang. Normalisasi Sungai Cidurian, perbaikan sistem drainase, serta penataan lingkungan di wilayah rawan banjir dinilai menjadi langkah mendesak agar banjir tidak lagi menjadi langganan tahunan setiap musim hujan.
“Setiap Sungai Cidurian Meluap kami kebanjiran. Kami ingin ada solusi nyata supaya anak-anak bisa belajar dengan tenang dan kami bisa beraktivitas tanpa rasa was-was saat hujan turun,” ungkap warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air di sejumlah titik masih bertahan dan warga terus berharap adanya penanganan komprehensif agar bencana serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.



Post Comment