Banjir Tutup Akses Jalan, Warga Parung Ceuri Merasa Diabaikan Aparat Desa

Banjir Tutup Akses Jalan, Warga Parung Ceuri Merasa Diabaikan Aparat Desa

Kabupaten Tangerang, lexbanten.com – Banjir masih merendam Kampung Parung Ceuri RT/RW 02/01, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, sejak Senin, 12 Januari 2026 hingga Rabu (14/01/2026). Hingga saat ini, sejumlah rumah warga masih terendam air dan kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh total.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menutup satu-satunya akses jalan keluar masuk kampung, sehingga warga tidak dapat beraktivitas maupun berpergian ke luar wilayah tersebutTersebut. Akibatnya, warga mengaku benar-benar terisolasi selama dua hari terakhir.

Salah satu warga menyampaikan kepada awak media bahwa dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh rumah yang terendam, tetapi juga oleh seluruh warga kampung karena akses jalan yang tertutup air.

“Sudah dua hari kampung kami kebanjiran, akses jalan tertutup total. Warga jadi nggak bisa ke mana-mana. Bantuan dari pemerintah baru datang hari ini, itu pun hanya untuk warga yang rumahnya kebanjiran, padahal semua warga terdampak karena jalan ditutup,” ujar warga dengan nada kecewa.

Warga juga mengeluhkan lambannya respons aparat desa dalam penanganan banjir. Hingga berita ini diturunkan, warga menyebut belum ada bantuan langsung dari pemerintah desa, sementara bantuan yang datang baru berasal dari pihak kecamatan.

Selain itu, warga mengaku tidak melihat kehadiran BPBD di lokasi banjir. Perahu karet diketahui hanya tersedia dari PMI, namun menurut warga, perahu tersebut belum digunakan untuk membantu penyeberangan warga secara maksimal.

“Perahu karet ada dari PMI, tapi warga nggak ada yang diseberangin. Tadi yang diseberangin justru orang kecamatan yang datang. Ini bikin warga makin kesal,” ungkap warga lainnya.

Masyarakat Kampung Parung Ceuri berharap pemerintah desa, BPBD, dan instansi terkait segera turun tangan secara serius untuk menangani banjir, membuka akses jalan, serta memberikan bantuan yang merata kepada seluruh warga terdampak, bukan hanya kepada rumah yang terendam.

Warga juga meminta adanya evaluasi dan solusi jangka panjang agar banjir yang kerap terjadi tidak terus berulang dan menyebabkan penderitaan berkepanjangan bagi masyarakat. *Red

Post Comment

You May Have Missed